Anggota Kodim 1416/Muna, Latihan Menembak Senjata

40

Raha–(Kodim 1416/Muna)–17/12/2020.

Seluruh Personel Kodim 1416/Muna baik Perwira, Bintara dan Tamtama melalui program Binlat Bidang Operasi, kembali menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan IV tahun 2020 bertempat di lapangan tembak Kodim 1416/Muna, Untuk latihan triwulan IV ini di laksanakan Tiga hari mulai dari Tanggal 16 s/d 18 Desember dengan materi senapan M-16 dan SS 1. Kamis (17/12/2020).

Pasiops Kodim 1416/Muna Lettu Inf Haeruddin, SH sebagai Perwira Koordinator menekankan kepada seluruh prajurit yang saat ini sebagai peserta latihan, agar bersikap disiplin dengan mematuhi segala instruksi dari petugas yang sudah ditunjuk oleh Koordinator. Patuhi segala mekanisme latihan, agar kita semua aman dan selamat.

“TNI harus memiliki kemampuan tempur yang selalu terbina dengan baik. Untuk menguasai tempur salah satunya adalah kemampuan menembak yang wajib dikuasai oleh seorang prajurit, untuk mampu menguasai kemampuan ini tentunya dibutuhkan latihan yang dilakukan secara terarah, bertingkat dan berlanjut”

“Karena saat ini masih dalam situasi Covid-19, selaku koordinator memerintahkan agar semua yang hadir agar mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun. Ungkap Haeruddin.

Selain itu Batiops Kodim 1416/Muna Pelda Ipa Sapdar, S.E memberikan pengarahan sebelum Latbakjatri dimulai, para peserta kembali diingatkan dengan pelajaran teori dasar menembak yang disampaikan. Hal ini dilakukan untuk menyegarkan kembali hal mendasar dari teknik menembak yang benar. Dengan adanya pemahaman yang baik tentang ilmu dasar menembak, diantaranya sinkronisasi dari pengaturan nafas, teknik bidik yang benar, teknik menekan picu dan pegangan teguh. Dengan pemahaman dasar ini, diharapkan para prajurit akan mampu mengaplikasikanya dalam latihan, sehingga sasaran ataupun tujuan latihan dapat dicapai sesuai yang diharapkan satuan,” jelasnya.

“Dan hal yang paling utama dalam Latbakjatri adalah faktor keamanan, oleh karenanya sebaik apapun hasil sebuah latihan tidak akan berarti jika terjadi cidera ataupun hal-hal yang tidak diinginkan, namun sebaliknya jika latihan berjalan dengan aman dan lancar maka itu adalah sebuah indikator keberhasilan latihan”.ungkap Batiops.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here